Alternatif dan solusi tentang kemiskinan dan pengganguran
D
I
S
U
S
U
N
Oleh
Aida Nurul Fazma Hsb
Bk reguler 2012
1123151002

PSIKOLOGI PENDIDIKAN DAN BIMBINGAN
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2014
A. KASUS
Alternatif dan solusi tentang
kemiskinan dan pengganguran. Kemiskinan adalah suatu situasi baik yang
merupakan proses maupun akibat dari adanya ketidakmampuan individu berinteraksi
dengan lingkungannya untuk kebutuhan hidupnya.Kurangnya pendapatan untuk
memenuhi kebutuhan hidup yang pokok. Dikatakan berada dibawah garis kemiskinan
apabila pendapatan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup yang paling pokok
seperti pangan, pakaian, tempat berteduh. Garis kemiskinan yang menentukan
batas minimum pendapatan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bisa
dipengaruhi oleh 3 hal, yaitu :
-
Persepsi
manusia terhadap kebutuhan pokok yang diperlukan
-
Posisi
manusia dalam lingkungan sekitar
-
Kebutuhan
objektif manusia untuk bisa hidup secara manusiawi
Kesenjangan ekonomi atau ketimpangan
dalam distribusi pendapatan antara kelompok masyarakat berpendapatan tinggi dan
kelompok masyarakat berpendapatan rendah serta tingkat kemiskinan atau jumlah
orang yang berada di bawah garis kemiskinan (poverty line) merupakan dua masalah
besar di banyak negara-negara berkembang, tidak terkecuali di Indonesia.
Pengganguran adalah istilah
untuk orang yang tidak bekerja sama sekali, sedang mencari kerja, bekerja
kurang dari dua hari selama seminggu, atau seseorang yang sedang berusaha mendapatkan
pekerjaan yang layak. Pengangguran umumnya disebabkan karena jumlah angkatan
kerja atau para pencari kerja tidak sebanding dengan jumlah lapangan kerja yang
ada yang mampu menyerapnya.
Kemiskinan dan pengangguran adalah suatu masalah
sosial yang harus segera dituntaskan dan dicari solusinya dengan berbagai cara.
Ada beberapa cara yang dapat dilakukan, mulai dari aspek pendidikan, hukum,
keluarga, dan lingkungan.
B. FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN
ü
Tingkat
pendidikan yang rendah
Tidak adanya
keterampilan, ilmu pengetahuan, dan wawasan yang lebih, masyarakat tidak akan mampu memperbaiki
hidupnya menjadi lebih baik. Karena dengan pendidikan masyarakat bisa mengerti
dan memahami bagaimana cara untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi
kehidupan manusia. Dengan belajar, orang yang semula tidak bisa menjadi bisa,
salah menjadi benar, dsb. Maka dengan tingkat pendidikan yang rendah, masyarakat
akan dekat dengan kemiskinan dan pengangguran.
ü
Pengangguran
Semakin
banyak pengangguran, semakin banyak pula orang-orang miskin yang ada di
sekitar. Karena pengangguran atau orang yang menganggur tidak bisa mendapatkan
penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Padahal kebutuhan setiap manusia
itu semakin hari semakin bertambah. Selain itu pengangguran juga menimbulkan
dampak yang merugikan bagi masyarakat, yaitu pengangguran dapat menjadikan
orang biasa menjadi pencuri, perampok, dan pengemis yang akan meresahkan
masyarakat sekitar.
ü
Bencana Alam
Banjir,
tanah longsor, gunung meletus, dan tsunami menyebabkan gagalnya panen para
petani,
sehingga tidak ada bahan makanan untuk dikonsumsi dan dijual kepada penadah
atau koperasi. Kesulitan bahan makanan dan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan
sehari-hari tidak dapat terpenuhi.
C. ALTERNATIF DAN SOLUSI
Alternatif dan solusi melalui
pendidikan, pendidikan dapat mendidik seseorang memiliki ketrampilan dan
keahlian agar dapat ia gunakan dalam bekerja bahkan dapat membuka lapangan
pekerjaan bagi orang lain, dengan begitu penganguran dapat berkurang dan
pengentasan kemiskinan semakin menemui jalan keluarnya. Pendidikan juga dapat
menjadi sebuah sarana untuk mengembangkan suatu bakat yang tidak hanya dalam
bidang akademik tetapi juga dalam bidang non akademik. Salah satu caranya yakni
banyaknya dibuka sekolah berbasis kejuruan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan) yang
menyiapkan lulusannya agar langsung siap dalam dunia kerja. Sekalipun fakta
membuktikan tidak hanya orang yang tidak berpendidikan yang menggangur dan miskin, tetapi juga
orang-orang yang berpendidikanpun juga banyak yang mengangur dan miskin. Ini
disebabkan karena kurangnya kesempatan kerja yang seharusnya dapat diciptakan
orang itu sendiri karena kesempatan tidak hanya untuk ditunggu tapi juga untuk
diciptakan, demi berkurangnya pengganguran dan menurunnya angka pengganguran
serta kemiskinan.
Aspek yang kedua yakni melalui jalur
hukum, hukum dan pemerintah Indonesia tidak ada bosan bosannya untuk
menyelesaikan masalah-masalah sosial demi terciptanya keselarasan dan
keimbangan masyarakat. Banyak cara yang telah dilakukan dalam aspek hukum yakni
dengan sering diadakanya bursa kerja bagi para pencari kerja, pelatihan
ketramilan, kucuran dana UKM (Usaha Kecil Menengah) yang memberikan kesempatan
bagi seseorang untuk berwirausaha menciptakan suatu lapangan usaha yang
diharapkan dapat menarik banyak pengawai untuk menekan angka penganguran dan
kemiskinan, cara lain yakni dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) sekalipun tidak
serta merta menghapus angka kemiskinan tapi setidaknya dapat mengurangi beban
mereka yang kurang mampu, tettapi bukan berarti akan selamnya hidup mereka
ditangung oleh pemerintah dan mereka tidak berbuat apa-apa.
Aspek berikutnya yakni melalui Ham,
seperti yang tercantum dalam UU pasal 28A yang berbunyi “Setiap orang berhak
untuk hidup serta berhak mempertahankan hidup dan kehidupannya”. Sekalipun
mereka tidak bekerja dan masih berada dibawah garis kemiskinan mereka tetap
masih memiliki hak yang sama dengan yang lain, sesuai dengan UU Pasal 34 ayat 1
yang berbunyi “Fakir miskin dan anak-anak yang terlantar dipelihara olek
Negara”.
Tak kalah pentingnya yakni melalui
aspek lingkungan, lingkungan sangat berpengaruh dalam suatu
masyarakat.Bagaimana masyarakat tersebut terbentuk tergantung bagaimana
lingkungan itu membentuk mereka. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan melalui
lingkungan yakni salah satunya dengan pemanfaatan sumber daya alam yang ada
yang dapat dikelolabersama suatu masyarakat agar dapat menekan laju
penganguran. Pembentukan suatu kelompok kerja masyarakat secara bergotong
royong.
Salah satu contoh yang nyata yang
bisa kita amati adalah kasus di Jabotabek, pemecahannya harus diawali dengan
mengurangi kepadatan penduduknya, dengan cara mengendalikan urbanisasi dan
memindahkan penduduk dari wilayah Jobotabek, melalui program transmigrasi dan
pemerataan pembangunan di daerah khususnya daerah transmigrasi.
Selain di Jabotabek, kepadatan
penduduk di wilayah lain di Pulau Jawa telah menyebabkan tidak berimbangnya
daya dukung alam dan lingkungan terhadap penduduknya, seperti berubahnya fungsi
lahan pertanian menjadi pemukiman, berkurangnya hutan di Pulau Jawa
mengakibatkan tanah longsor, banjir dan masalah-masalah lingkungan.
Mengingat hal di atas pemerintah
harus segera. mengimplementasikan
program transmigrasi demi
kesejahteraan rakyat Indonesia dan menjadikan Indonesia sebuah negara yang
tertata lingkungannya sampai tiap jengkal tanahnya.
Menteri Tenaga Kerja dan
Transmigrasi (Menakertrans), Muhaimin Iskandar, menyiapkan solusi urbanisasi
pascamudik Lebaran.Dia menjelaskan tiga langkah yang disiapkan.
1. mendorong pemerintah daerah terus menerus meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan. Bagaimana caranya agar terjadi investasi penciptaan lapangan alternatif pekerjaan, baik sementara maupun pekerjaan tetap. Pembangunan infrastruktur terus dilakukan melalui padat karya. Kemudian pembangunan alternatif tingkat kemandirian masyarakat harus direncanakan dengan matang.Pihaknya berjanji terus mendorong pemerintah daerah membuat perencanaan ketenagakerjaan. Sasarannya adalah daerah-daerah basis tenaga kerja di kota-kota besar. "Perencanaantenaga kerja itu penting supaya tidak terjadi penumpukan,“ kata Muhaimin, di Jakarta, Jumat (24/8).
1. mendorong pemerintah daerah terus menerus meningkatkan perencanaan ketenagakerjaan. Bagaimana caranya agar terjadi investasi penciptaan lapangan alternatif pekerjaan, baik sementara maupun pekerjaan tetap. Pembangunan infrastruktur terus dilakukan melalui padat karya. Kemudian pembangunan alternatif tingkat kemandirian masyarakat harus direncanakan dengan matang.Pihaknya berjanji terus mendorong pemerintah daerah membuat perencanaan ketenagakerjaan. Sasarannya adalah daerah-daerah basis tenaga kerja di kota-kota besar. "Perencanaantenaga kerja itu penting supaya tidak terjadi penumpukan,“ kata Muhaimin, di Jakarta, Jumat (24/8).
2. Kemenakertrans terus mendorong
memberikan program-program alternatif seperti kewirausahaan, pelatihan,
kemudian teknologi serba guna, dan padat karya produktif. Kegiatan penciptaan
dan pembangunan ekonomi kawasan juga terus dilakukan.
3. Pihaknya berharap kota-kota besar memperketat diri untuk tidak memudahkan orang pengangguran numpuk di kota-kota besar. “Saya setuju dengan operasi yustisi, termasuk yang kita dorong transmigrasi dari kota-kota besar," kata Muhaimin.
Ketiga program ini akan mengurangi
tingkat pengangguran. Akan tetapi yang paling penting dari ketiga hal itu,
menurutnya, adalah memperketat perencanaan tenaga kerja baik di tingkat perusahaan
maupun daerah sehingga masyarakat yang melakukan transmigrasi tidak merasa
resah di tempat tinggalnya.
D. ANALISIS
Setelah membuat, memahami dan membaca tentang bagaimana cara-cara
penyelesaian masalah-masalah sosial kami berpendapat bahwa yang masalah sosial
bukan tidak mungkin akan diselesaikan ternyata banyak cara untuk mengatasinya
yankni dengan cara pendidikan, hukum, ham, keluarga dan lingkungan. Semua cara
tersebut tentunya tidak ada yang lebih baik, semuanya harus dilaksanak secar continue
dan selaras serasi seimbang.
Apabila hanya dilakukan degan satu cara dan tidak melakukan beberapa
aspek yang lain tentunya hasilnya tidak aktan maksimal. Dan kurang efisien,
sebab antara aspek satu dan aspek yang lain sangat mempengaruhi dan mendukung.
Jadi intinya tidak menutup kemungkinan bahwa semua masalah-masalah
sosial akan teratasi tentunya dengan secara bertahap. Semoga Indonesia akan
menjadi Negara yang semakin baik kedepannya.
E.
KESIMPULAN
Masalah-masalah sosial di Indonesiaini disebabkan karena penduduk
Indonesia yang beragam pula, seperti masalah kemiskinanan, penganguran,
urbanisani, dan trsnsmigrasi, serta masih banyak lagi lainnya.
Seperti biasanya semua akan berjalan seimbang, setiap ada masalah pasti
ada pula jalan keluar untuk menyelesaikannya. Ada beberapa cara yang dapat
dilakukan yakni melalui aspek pendidikan, hukum, keluarga dan lingkungan.
Semuanya bertujuan demi menuntaskan masalah-masalah sosial tersebut.
Dan kami juga berharap adanya berubahan demi lebih baiknya bangsa kita kedepan
dengan berkurangnya bahwa dengan tuntasnya semua permasalahan sosial ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar